Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh… (semoga sejahtera atas karunianya/be peace upon you)
Yeeah, ketemu lagi dengan saya Jack Markuntung Afaaan… jeng2…
Yah, setelah 17 tahun aku bersama-Nya… mungkin perlu juga ya, mengevaluasi apa yang kita tahu, dengan menulis atau menceritakan…
Itung2, buat sharing, melihat perkembangan ilmu kita, dan siapa tahu, Allah SWT memberi kita ilmu yang lebih banyak, dan Hidayat Nur Wahid dateng ke rumah hidayah-Nya senantiasa bersama kita… amiiin…
apa ini, apa?
Ya, Jalan Kepasrahan… Addiinul Islam… Ad Diin yang Allah SWT telah berfirman bahwa Allah SWT telah ridho kepadanya… Amiin…
Islam, dapat berarti Selamat, Ikrar setia, Berserah Diri, dan lain2, jalan yang telah diajarkan para nabi, yang telah disempurnakan oleh penutup para nabi, Rasulullah Muhammad SAW…
Nabi nabi terdahulu beragama kah??? berDIN kah?? ya… nabi nabi terdahulu memiliki Ad Din juga, apa? Al Islam, atau keberserahan diri, kepada siapa? keberserahan diri hanya kepada Allah SWT… sholat juga po? sedekah? haji? wallahua’lam… tapi nek sujud kayaknya(emang) iya, karena sudah mendarah daging sejak dahulu, wong di suku terpencil aja tau caranya menyembah(read : sujud)…
Untuk sejarah keberagamaan, wallahua’lam ya… dari awal penciptaan manusia aja malaikat (bilang po ya?) gini “Ya Allah, kenapa dibuat manusia? padahal mereka merusak, kita saja sudah cukup untuk menyembahmu ya Allah”… wo, manusia perusak…
manusia yang mana? pernah ada orang? penghuni atlantis poya… :O wallahua’lam…
Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam, kita sama-sama menyamakan posisi duduk… biar tidak sakit…
tegakkan punggung, atur jarak mata ke monitor, kalau capek, lihat kanan kiri atas bawah kalo ada makanan, maem aja…
Kita samakan persepsi..
Kita sama-sama tidak tahu apa yang terjadi di awal penciptaan, maupun penciptaan manusia, mau 6 hari, 6 masa 6 tahun 6 bulan, waktu tidak eksis (kata Al Kitab), kalo di Qur’an 1 hari = 50.000 tahun, 1 hari 100 tahun, 1 hari macem2, maknanya (tidak bisa dihitung, namun bisa dihitung, woyo bingung), kita juga tidak tau dinosaurus itu yang dimaksud manusia, ato manusia purba ato siapalah… kita juga tidak tau, apakah Nabi Adam itu menyebarkan anaknya dipermukaan bumi itu bagaimana, atau jangan jangan nama Adam itu maksudnya hanya manusia pelopor? jadi sebenarnya ada banyak Adam2 yang diciptakan namun ditempatkan di tempat berbeda? di sekolahku aja ada 2 Adam… wallahua’lam… sesuatu dimana kita belum berilmu tentangnya belum sepantasnya diperdebatkan
Allah itu Maha Pengasih, Penyayang, Welas Asih, Kasih… Allah berbeda dengan ciptaannya apalagi manusia… pendapat kebanyakan manusia yang mengatakan “Kasih sayang adalah rangkaian perbuatan yang dilakukan untuk membuat manusia laiinnya bahagia” mungkin tidak dapat kita gunakan pada sifat Goddess (Ketuhanan), toh, kata tetangga “Orang tua marah kepada anaknya itu bukan karena emang pengen mbunuh anak, tetapi karena sayang” … noh kan… pie loe pie loe… emang ya, manusia itu mencla mencle (aku juga) pagi beriman siang lupa lagi… ckckck Jadi, intinya, Neraka pun “mungkin” kasih sayang Tuhan terhadap kita… wallahua’lam…
Sesuatu sifat Goddess(Ketuhanan) tidak sepantasnya kita intepretasikan begitu saja, kalau mau mengintepretasikan begitu saja apakah saya juga bisa mengintepretasikan sifat Ketuhanan di Al Kitab yang mengatakan tuhan ingin mengerang-erang seperti orang mau melahirkan? mau mengaum? Naudzubillah…
peraturan nomor 3…
Ilmu sepenuhnya milik Allah, jangan kita berpikir manusia2 yang berhasil menemukan “pengetahuan” akan mengalahkan Allah, naudzubillah jangan pernah berpikir seperti itu… “Walaupun seluruh Air di Bumi dijadikan Tinta, dan Pohon sebagai penanya, dan ditambahkan lagi Air 7 kali banyaknya, tidak akan mampu menuliskan ilmu Allah”…
kita cukupkan dahulu… Alhamdulillah (Puji Tuhan)
namaste
Khuuda Haafiz…
Bersambung…